Perdana menteri inggris David Cameron
akan mengungkapkanrencana Negara tersebut untuk menjual obligasi syariah tahun
depan. Jika hal ini terjadi, inggris akan menjadi Negara pertama yang menjual
sukuk. Cameraon akan membius perhaitan inggris
dengan niatan tersebut di Worl
Economic Forum di London. Obligasi syariah yang akan diterbitkan inggris
bernilai sekitar 200 jt Pound atau 3,496 triliun. Selain akan menerbitkan
sukuk, camerun juga akan meminta Bursa Efek London untuk membuat indeks pasar
syariah.
“London telah menjadi pusat industry
keuangan syariah di Negara non-muslim. Dan ambisi ini akan terus kita
tingkatkan karena saya tidak ingin London hanya menjadi Negara dengan industry
syariah terbesar di Negara Barat, tetapi juga menyandingkannya dengan Dubai
sebagai ibu kota keuangan syariah,” uajar Cameron dalam pidatonya,dikutip
Bloomberg.
Inggris memeliki ambisi menjadi Negara
penguasa barat pertama yang menerbitkan obligasi syariah. Berdasarkan Malaysia
International Islamic Financial Centre, Malaysia merupakan Negara penerbit
sukuk terbesar, yaitu 60 perseb dari totoal sukuk yang pernah di terbitkan
secara global.
Obligasi syariah biasnya di dukung
oleh asset dan arus kas karena agama Islam melarang adanya bunga. Perbankan
inggris menilai bahwa susuk akan mendapatkan kendala karena Bank of England
justru mengharuskan mereka terus-menerus menjalani asset sebagai perlindungan
terhadap guncangan pendanaan jangka pendek.
Industry keungan syariah terus tumbuh
dari tahun ke tahu. Asetnya tumbuh 17 persen dan di perkirakan pada th 2017
akan menmbus 2,67 triliun dolar AS. Penjualan sukuk tahun ini mengalami
penurunan dibandingkan tahun lalu. Sampai 28 oktober, penjualan sukuk hanya 33
miliar dolar AS atau turun 18 persen bila di bandingkan tahun sebelumnya.
Oleh : friska
Yolandha harian Republika







0 komentar:
Post a Comment